DPKA UII Dorong Mahasiswa Ubah Kreativitas Digital Menjadi Peluang Karier

Yogyakarta – Direktorat  Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) UII melalui program Kelas Karier #1 menggelar seminar karier bertema “Content Creator Starter Pack: Branding, Skill, dan Strategi Bertumbuh”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar mengenai personal branding, keterampilan bercerita (storytelling), serta strategi mengembangkan diri di era digital.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ibu Mujiati Dwi Kartikasari, S.Si., M.Sc. selaku Kepala Divisi Pemberdayaan Alumni DPKA UII. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya personal branding sebagai sarana membangun citra positif sekaligus menjembatani mahasiswa dengan para alumni yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. “Melalui Kelas Karier #1 ini, mahasiswa dapat belajar bagaimana personal branding mampu memberikan dampak positif serta menjadi jembatan antara mahasiswa dengan para alumni yang telah memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya. Ambillah pengalaman sebesar-besarnya dari para alumni,” ujarnya.

Materi disampaikan oleh Muhammad Alfian, S.I.Kom., alumni S1 Ilmu Komunikasi UII angkatan 2017 sekaligus content creator akun @coffemarket__. Dalam pemaparannya, Alfian menjelaskan bahwa menjadi content creator bukan hanya tentang membuat konten yang viral, tetapi juga tentang kemampuan menyampaikan cerita yang dapat memberikan dampak bagi orang lain. Menurutnya, storytelling merupakan salah satu keterampilan penting yang dapat membuka peluang komunikasi dengan banyak orang. Seni bercerita tidak hanya bergantung pada formula tertentu, tetapi juga pada kemampuan seseorang dalam mengemas pesan agar lebih luas, dekat, dan mudah diterima oleh audiens. Kunci utamanya adalah kemampuan mengaplikasikan teknik tersebut secara konsisten.

“Yang diubah bukan formulanya, tetapi cara kita bercerita. Storytelling membuka pintu komunikasi dengan banyak orang. Mulailah dari kejujuran dan hal-hal yang ada di sekitar kita agar dapat terhubung dengan orang lain,” jelasnya. Selain memahami teknik bercerita, peserta juga diajak untuk memiliki keberanian memulai dan menjaga konsistensi dalam berkarya. Alfian menekankan bahwa kesempurnaan bukanlah syarat utama untuk mulai membuat konten. Hal yang lebih penting adalah keberanian mengambil langkah pertama dan terus belajar dari proses yang dijalani.

Lebih lanjut, para peserta didorong untuk tidak hanya menjadi content creator, tetapi juga berkembang menjadi content preneur,  yakni kreator yang mampu memadukan kreativitas dengan peluang bisnis. Dengan perspektif tersebut, tujuan membuat konten tidak lagi semata-mata mengejar angka atau viralitas, melainkan menghadirkan manfaat dan dampak bagi masyarakat.

Dalam sesi motivasi, pemateri membagikan pengalaman jatuh bangun yang pernah dialami sebelum akhirnya mencapai titik saat ini. Ia mengajak peserta untuk tidak mudah menyerah dan selalu memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk mencoba sekali lagi. “Sebelum saya berdiri di sini, saya sudah beberapa kali jatuh dan pernah tidak percaya pada mimpi itu. Namun, saya terus berusaha dan selalu percaya, satu kali lagi saya akan melakukannya dengan yang terbaik. Jangan pernah ragu dan jangan pernah menyerah,” tuturnya.

Menurutnya, ukuran keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh angka atau popularitas, melainkan sejauh mana karya yang dihasilkan mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Kepercayaan diri dan keyakinan terhadap diri sendiri juga menjadi modal penting dalam perjalanan seorang kreator.

“Privilege terbesar adalah ketika kita percaya pada diri kita sendiri. Kita memang bisa menjadi orang yang paling kritis terhadap diri sendiri, tetapi keyakinan terhadap kemampuan diri adalah hal yang harus terus dijaga,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, DPKA UII berharap mahasiswa dapat memperoleh wawasan baru mengenai dunia kreatif digital sekaligus memanfaatkan jejaring alumni untuk mengembangkan potensi dan karier di masa depan.

Penulis: Annisa Rahmadiani

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *