RAPIMNAS IKA UII 2026 RUMUSKAN PENGUATAN SINERGI ALUMNI UNTUK MASA DEPAN UII

Yogyakarta, 22 Agustus 2026 — Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Yayasan Badan Wakaf UII dan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) memperkuat komitmen sinergi kelembagaan dalam Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) IKA UII 2026. Mengangkat tema “Dari Ikatan Emosional Menuju Kekuatan Institusional,” kegiatan yang berlangsung di Alana Malioboro Yogyakarta, Sabtu (22/8), menjadi ruang untuk membahas berbagai langkah strategis dalam memperkuat kontribusi alumni bagi pengembangan UII.

RAPIMNAS IKA UII 2026 mempertemukan pimpinan dan perwakilan alumni dari berbagai daerah untuk membahas arah pengembangan organisasi sekaligus memperkuat hubungan antara alumni dan almamater. Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pembahasan Sinergi Program IKA UII, Rektorat UII, dan Badan Wakaf UII, yang diarahkan untuk membangun kolaborasi yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. Gagasan tersebut menempatkan alumni bukan sekadar sebagai mitra eksternal, tetapi sebagai bagian integral dari ekosistem yang turut berkontribusi dalam membangun masa depan UII.

Pembahasan diawali dengan tanggapan Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. Dalam tanggapannya, UII menyambut baik dan mendukung gagasan sinergi program yang disampaikan IKA UII. Berbagai program tersebut dinilai memiliki potensi untuk memperkuat hubungan universitas dan alumni sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan, pembinaan mahasiswa, pengembangan karier, penguatan jejaring, pemberdayaan ekonomi, serta keberlanjutan institusi UII.

Rektorat UII menekankan bahwa implementasi berbagai program perlu diintegrasikan dengan visi, rencana strategis, struktur organisasi, kebijakan, dan program yang telah berjalan di lingkungan UII. Pembagian peran dan kewenangan yang jelas antara UII, IKA UII, fakultas, unit terkait, serta pihak lainnya juga diperlukan agar setiap bentuk kolaborasi dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Sejumlah gagasan yang dibahas mencakup penguatan posisi alumni dalam blueprint UII, Sekolah Kepemimpinan Ulil Albab, Sistem Data Terpadu Alumni, Alumni Development Center, Praktisi Mengajar, Beasiswa Berkelanjutan, Pembibitan Dosen, penguatan Koperasi IKA UII, Dormitory Ulil Albab, hingga Menara Alumni. Rektorat memandang berbagai gagasan tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem kolaborasi UII dan IKA UII dengan tetap memperhatikan kebutuhan, desain kelembagaan, tahapan pelaksanaan, skema pendanaan, indikator keberhasilan, dan mekanisme evaluasi.

Selanjutnya, tanggapan disampaikan oleh Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. dari Yayasan Badan Wakaf UII. Dalam tanggapannya, Badan Wakaf UII menyambut baik penguatan sinergi antara YBW UII, UII, dan IKA UII sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan institusi serta memperluas kontribusi alumni dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan karier, kewirausahaan, dan internasionalisasi.

Dalam membangun sinergi tersebut, kejelasan kedudukan, fungsi, dan kewenangan masing-masing lembaga menjadi perhatian penting. Badan Wakaf UII memiliki peran dalam menjaga visi, nilai, kesinambungan institusi, kebijakan, sumber daya manusia, aset, investasi strategis, dan pengawasan. Sementara itu, Rektorat menjalankan kewenangan akademik dan program pendidikan serta Catur Dharma UII, sedangkan IKA UII berperan dalam menggerakkan jejaring, kepakaran, mentoring, peluang karier, dan partisipasi alumni.

Badan Wakaf UII juga mendorong agar berbagai agenda sinergi ditempatkan dalam tata kelola yang terintegrasi dan tidak berjalan sebagai program tambahan yang berdiri sendiri. Sejumlah arah pengembangan jangka panjang turut menjadi perhatian, antara lain Dana Abadi Alumni, jaringan karier dan magang, konsorsium riset dan hilirisasi, jejaring alumni internasional, kewirausahaan dan investasi bersama, serta dokumentasi dampak alumni. Hal tersebut diharapkan dapat mengubah potensi jejaring alumni menjadi kontribusi yang terukur bagi UII dan masyarakat.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan tanggapan Ketua Umum DPP IKA UII, Dr. Ari Yusuf Amir, S.H., M.H. Tanggapan tersebut menjadi bagian penting dalam mempertemukan gagasan IKA UII dengan pandangan Rektorat UII dan Badan Wakaf UII dalam merumuskan arah kolaborasi ke depan.

Gagasan sinergi yang dibawa IKA UII sendiri mencakup sembilan program strategis, mulai dari penyempurnaan blueprint UII, Sekolah Kepemimpinan Ulil Albab, Sistem Data Terpadu Alumni, Alumni Development Center, Praktisi Mengajar dan serah terima simbolis wisudawan kepada IKA UII, Beasiswa Berkelanjutan, Pembibitan Dosen UII, penguatan Koperasi IKA UII, hingga Dormitory Ulil Albab. Keseluruhan program tersebut dirancang sebagai satu ekosistem untuk memperkuat hubungan alumni dengan almamater.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam sinergi tersebut adalah penguatan hubungan alumni dengan mahasiswa dan pengembangan karier. Melalui Program Praktisi Mengajar, misalnya, alumni dapat kembali berkontribusi dalam proses pembelajaran sebagai praktisi, mentor, pembimbing tugas akhir, maupun narasumber sesuai bidang keahlian. Sementara itu, Alumni Development Center diarahkan sebagai pusat pengembangan kompetensi, karier, dan jejaring profesional alumni.

Rangkaian pembahasan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Piagam Kesepahaman sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam membangun sinergi antara UII dan IKA UII. Kesepahaman ini menjadi langkah untuk menerjemahkan berbagai gagasan yang telah dibahas ke dalam kolaborasi yang memiliki arah, pembagian peran, serta mekanisme pelaksanaan yang jelas.

Menutup rapat internal DPP IKA UII dalam rangkaian RAPIMNAS IKA UII 2026, Ketua Dewan Penasihat DPP IKA UII, Prof. Dr. Mahfud MD, menyampaikan pesan penguatan kepada seluruh jajaran pengurus DPP IKA UII.

“Kesuksesan organisasi ditentukan oleh usaha keras, diiringi doa dan kesetiaan terhadap nilai-nilai UII.” tegas Prof Mahfud

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jajaran alumni untuk terus bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga ikhtiar, serta tetap setia pada nilai-nilai yang menjadi ruh perjuangan UII melalui peran alumni. Dengan demikian, keberadaan alumni tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan UII, tetapi juga menjadi kekuatan yang terus berkontribusi bagi pengembangan dan kemanfaatan almamater.

Melalui RAPIMNAS IKA UII 2026, sinergi antara UII, Badan Wakaf UII, dan IKA UII diarahkan untuk berkembang dari hubungan emosional menjadi kekuatan institusional. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengembangan mahasiswa dan alumni, memperluas jejaring profesional, membuka peluang pengembangan karier, serta menghadirkan kontribusi nyata alumni bagi kemajuan UII dan masyarakat.

Penulis: Rina Meila Putri

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *