UII Perluas Kolaborasi dengan Forum Kurator IKA UII untuk Buka Akses Karier Mahasiswa

Yogyakarta, 21 Agustus 2026 – Universitas Islam Indonesia (UII) terus memperkuat sinergi dengan alumni dan praktisi profesional untuk memperluas pengalaman belajar sekaligus membuka akses karier bagi mahasiswa dan alumni. Upaya tersebut dibahas dalam kunjungan Forum Kurator dan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (FKP IKA UII) pada Jumat (21/8).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Abu Dabi, Gedung Prof. Dr. M. Sardjito, UII, tersebut menjadi ruang untuk membahas pengembangan kerja sama di bidang kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Selain itu, pertemuan juga membuka peluang keterlibatan praktisi dalam berbagai kegiatan akademik, mulai dari pembelajaran dan pemagangan hingga penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian UII, Dr. Nurjihad, S.H., M.H., menyambut baik kunjungan FKP IKA UII. Menurutnya, kerja sama yang telah terjalin selama ini memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas, tidak hanya di Fakultas Hukum (FH) UII, tetapi juga di berbagai program studi dan fakultas lainnya.

“Selama ini kerja sama sudah berjalan, namun memang perlu ditingkatkan dan diperluas. Profesi kurator tidak hanya berkaitan dengan Fakultas Hukum, tetapi juga dapat disinergikan dengan program studi dan fakultas lain di UII,” ujar Nurjihad.

Menurut Nurjihad, perluasan kolaborasi tersebut menjadi penting karena persoalan yang ditangani dalam profesi kurator tidak berdiri sendiri pada aspek hukum. Penanganan kepailitan dan PKPU juga dapat berkaitan dengan bidang bisnis, manajemen, teknologi, serta berbagai disiplin ilmu lainnya. Ruang tersebut sekaligus membuka peluang bagi UII untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih lintas disiplin dan dekat dengan persoalan profesional di lapangan.

Ketua FKP IKA UII periode 2025–2030, Sexio Yuni Noor Sidqi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa alumni FH UII telah memberikan kontribusi dalam pengembangan bidang kepailitan dan PKPU. Menurutnya, potensi tersebut dapat terus diperkuat melalui sinergi antara akademisi dan praktisi.

Kolaborasi antara praktisi dan UII juga bukan hal baru bagi Kalkausar Chalid, S.H., M.H. Ketua Bidang Kajian dan Pendidikan FKP IKA UII tersebut membagikan pengalamannya berkolaborasi dengan UII yang telah berlangsung selama lebih dari 10 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, kerja sama dilakukan melalui berbagai kegiatan, antara lain pemagangan mahasiswa, dosen magang, serta keterlibatan dalam kegiatan akademik.

Pengalaman tersebut menjadi pijakan bagi Kalkausar untuk melihat peluang pengembangan kerja sama melalui FKP IKA UII. Menurutnya, forum yang beranggotakan para praktisi di bidang kepailitan tersebut memiliki kapasitas untuk turut mendukung kegiatan di UII sekaligus memberikan perspektif praktis yang dapat melengkapi pembelajaran mahasiswa.

“Ke depan, kami siap mendukung kegiatan pembelajaran melalui diskusi, praktisi mengajar, penelitian, pemagangan maupun pengabdian kepada masyarakat,” kata Kalkausar.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut tidak harus terbatas pada FH UII. Keterlibatan praktisi dari FKP IKA UII dapat diperluas ke fakultas dan program studi lain sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan berkesempatan memperoleh wawasan mengenai persoalan profesional yang berkaitan dengan kepailitan, sekaligus memahami bagaimana suatu persoalan dapat ditangani melalui pendekatan lintas disiplin.

Sementara itu, Sekretaris FKP IKA UII, Hendy Rizki Hasibuan, S.H., M.H., melihat bidang kepailitan sebagai salah satu ruang yang memiliki potensi kolaborasi cukup luas. Persoalan perusahaan yang berada dalam kondisi pailit, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga bersinggungan dengan persoalan bisnis dan bidang keilmuan lainnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan upaya FKP IKA UII untuk memperkenalkan profesi kurator secara lebih luas kepada mahasiswa dan alumni. Said Kemal Zulfi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa FKP IKA UII yang beranggotakan lebih dari 100 orang siap berkontribusi dalam memperkenalkan profesi tersebut sebagai salah satu pilihan karier bagi lulusan hukum.

Menurut Kemal, pilihan karier lulusan hukum tidak terbatas pada profesi advokat. Profesi kurator memiliki peran strategis dalam penyelesaian persoalan hukum dan bisnis sehingga penting untuk diperkenalkan kepada mahasiswa sejak di bangku perguruan tinggi.

“Lulusan hukum memiliki banyak pilihan profesi. Karena itu, profesi kurator juga perlu diperkenalkan kepada mahasiswa sebagai salah satu alternatif karier,” ujarnya.

Selain pengenalan profesi, Kemal juga mendorong pengembangan kajian hukum bisnis di FH UII agar semakin luas. Menurutnya, kajian hukum bisnis tidak hanya mencakup Hak Kekayaan Intelektual (HKI), tetapi juga berbagai bidang lain seperti pasar modal, persaingan usaha, dan kepailitan. Pengembangan bidang tersebut dapat diperkuat melalui keterlibatan akademisi dan praktisi yang memiliki pengalaman langsung dalam praktik.

Dari sisi pengembangan karier, Direktur Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Karier (DPKA) UII, Allan Fatchan Gani Wardhana, S.H., M.H., menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan praktisi dapat membantu mahasiswa dan alumni memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai dunia profesi sekaligus mengenali beragam jalur karier yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan.

Allan berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan. Dengan keterlibatan alumni dan praktisi, mahasiswa diharapkan memperoleh lebih banyak kesempatan untuk belajar dari pengalaman profesional, sementara alumni dapat turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di almamater.

Pertemuan FKP IKA UII dengan UII menjadi langkah untuk mempertemukan kekuatan akademik dengan pengalaman praktis para alumni. Ke depan, sinergi tersebut diharapkan dapat berkembang dalam bentuk pembelajaran berbasis praktik, pemagangan, keterlibatan praktisi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi mahasiswa dan alumni, kolaborasi ini sekaligus membuka ruang yang lebih luas untuk mengenal profesi, membangun pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

Penulis: Rina Meila Putri, S.H.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *