Pembekalan Karier FISB & FP UII: Kunci Sukses Menghadapi Wawancara Kerja

Yogyakarta, 25 Desember 2025 – Dalam rangka membekali calon wisudawan menghadapi dunia kerja, Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISB) serta Fakultas Psikologi (FP) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan pembekalan wisudawan yang berfokus pada kesiapan memasuki proses rekrutmen, khususnya menghadapi wawancara kerja. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya fakultas dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing secara profesional.

Salah satu materi utama dalam pembekalan ini disampaikan oleh Bu Hesty Yuliasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang menekankan pentingnya persiapan menyeluruh sebelum menghadapi interview kerja. Menurutnya, proses wawancara tidak dapat dilepaskan dari kualitas Curriculum Vitae (CV) yang dimiliki oleh pelamar.

“CV bukan sekadar daftar data diri, tetapi rekam perjalanan hidup profesional. Jelaskan apa yang sudah kalian alami berdasarkan pengalaman kalian,” ujar Bu Hesty dalam sesi pembekalan.

Ia menjelaskan bahwa setiap poin dalam CV harus dapat dipertanggungjawabkan saat wawancara. Oleh karena itu, pelamar perlu memahami betul pengalaman yang dituliskan, baik pengalaman akademik, organisasi, magang, proyek, maupun keterampilan yang dimiliki. Selain itu, peserta diingatkan untuk selalu memfilter hard skill yang dicantumkan dalam CV agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau posisi yang dilamar.

Dalam sesi wawancara, kejujuran menjadi prinsip utama yang harus dijaga. Bu Hesty menegaskan bahwa pelamar tidak dianjurkan untuk memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. “Saat wawancara, jelaskan sesuai dengan pengalaman yang terjadi. Jangan memberikan informasi yang tidak benar, dan pertanggungjawabkan apa yang kamu isi di dalam CV,” tegasnya.

Selain aspek teknis, pembekalan ini juga membahas sisi psikologis yang kerap dialami pelamar, yaitu rasa gugup atau nervous saat wawancara. Menurut Bu Hesty, rasa gugup merupakan hal yang wajar, terutama ketika menghadapi situasi baru. Namun, kecemasan tersebut dapat dikelola dan dilatih.

“Saat mengalami hal yang baru, pasti akan nervous. Tapi kita bisa mengelola dan melatih tingkat kecemasan kita dengan memahami prosedur wawancara,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa salah satu penyebab utama kegugupan adalah ketidaksiapan dalam menyampaikan jawaban secara runtut. Oleh karena itu, pelamar disarankan untuk berlatih menjawab pertanyaan interviewer sebelum hari wawancara, sehingga mampu menyampaikan pengalaman dengan arah yang jelas dan terstruktur.

Melalui kegiatan pembekalan wisudawan ini, FISB dan FP UII berharap para lulusan memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi dunia kerja. Dengan CV yang relevan, kemampuan komunikasi yang baik, kejujuran dalam menyampaikan pengalaman, serta kemampuan mengelola kecemasan, lulusan UII diharapkan mampu tampil lebih percaya diri dan profesional dalam setiap proses seleksi kerja yang dihadapi.

Penulis : Mochamad Farhan Rizki Ramadan

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *