Bekal Menghadapi Dunia Disruptif Pasca Wisuda
Oleh: Donny Oktavian Syah., S.E., M.E-Bus., Ph.D. (Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia) – Alumni FBE UII Angkatan 1991
Dunia yang dihadapi para wisudawan saat ini jauh lebih disruptif, dengan tingkat persaingan yang ketat di berbagai bidang, mulai dari bisnis, kesehatan, teknik, hukum, hingga politik. Masing-masing dengan hambatan dan tuntutan kompetensi yang berbeda.
Di tengah kondisi tersebut, terdapat tiga bekal utama yang perlu dimiliki para fresh graduate. Pertama adalah Be Adaptable or Be left Behind atau kemampuan beradaptasi. Di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang sarat ketidakpastian, individu yang bertahan bukan sekadar yang cerdas, melainkan yang luwes dan mau terus belajar. Adaptasi tidak lagi bersifat sesaat, melainkan menjadi gaya hidup. Lulusan dituntut siap mempelajari hal baru kapan pun kondisi mengharuskan, tanpa takut keluar dari latar belakang keilmuan awal. Sikap ingin tahu dan kesediaan untuk terus menuntut ilmu menjadi kunci agar tidak tertinggal oleh perubahan.
Kedua adalah Deliver Real Value atau kemampuan menghadirkan value yang nyata. Prestasi akademik dan CV yang baik memang penting, tetapi tidak cukup. Dunia kerja menuntut kehadiran yang membawa manfaat konkret bagi orang lain dan organisasi. Nilai ini tercermin dari kemampuan mendengarkan, berkolaborasi, mempermudah urusan, serta menciptakan dampak positif dalam interaksi sehari-hari. Dalam konteks ini, tradisi UII yang mengintegrasikan ilmu, iman, dan amal (Ulil Albab) menjadi pondasi penting agar alumni tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan bermoral.
Ketiga adalah Embrace the Growth Mindset. Kehidupan setelah wisuda merupakan perjalanan panjang yang terus bergerak dan tidak mengenal finish. Tidak ada titik benar-benar selesai, karena di setiap fase selalu ada ruang untuk belajar. Dimanapun kalian berada dan apapun peran yang sedang dijalani, sempatkan untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan, mengambil pelajaran dari setiap proses, lalu melakukan perbaikan. Sikap terbuka terhadap masukan dan feedback yang membangun menjadi kunci agar kita terus bertumbuh, berkembang, dan tidak terjebak dalam comfort-zone.
*Diringkas dan diolah dari Orasi Wakil Alumni pada Wisuda UII Periode IV Tahun Akademik 2024/2025, 26 April 2025.





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!