Kurang dari Tiga Bulan, Separuh Lulusan S1 Kimia UII Sudah Terserap Dunia Kerja

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, lulusan S1 Kimia Universitas Islam Indonesia menunjukkan transisi yang cepat menuju dunia profesional. Berdasarkan Laporan Hasil Tracer Study UII 2025 yang disusun oleh Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni UII (DPKA), sebanyak 50% (16 alumni) berhasil memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah lulus.

Tracer Study 2025 yang dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 tersebut ditujukan kepada alumni angkatan 2024. Pada pelaksanaannya, Program Studi S1 Kimia mencatat tingkat partisipasi yang sangat tinggi, yakni 98,68% dengan total 75 responden. Tingginya angka partisipasi ini menunjukkan keterlibatan aktif alumni dalam memberikan umpan balik sebagai bagian dari evaluasi dan pengembangan mutu institusi.

Berdasarkan hasil survei, dari 75 responden, sebanyak 45,33% (34 alumni) telah bekerja, 5,33% (4 alumni) berwirausaha, 16% (12 alumni) melanjutkan studi, dan 33,33% (25 alumni) belum bekerja. Data ini memperlihatkan bahwa lebih dari separuh lulusan telah terserap di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan dalam waktu relatif singkat setelah kelulusan.

Secara rata-rata, waktu tunggu alumni untuk mendapatkan pekerjaan adalah sekitar tiga bulan. Selain 50% yang bekerja dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, 25% (8 alumni) memperoleh pekerjaan dalam rentang 4–6 bulan, 9,38% (3 alumni) dalam 7–9 bulan, dan 15,63% (5 alumni) dalam 10–12 bulan. Sementara itu, tiga alumni yang memilih jalur wirausaha memulai usahanya secara merata dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, yakni masing-masing satu alumni pada periode kurang dari tiga bulan, 4–6 bulan, dan 10–12 bulan setelah lulus.

Dilihat dari skala tempat kerja, alumni tersebar di berbagai tingkat, yaitu 28,13% (9 alumni) bekerja di tingkat lokal, 43,75% (14 alumni) di tingkat nasional, dan 28,13% (9 alumni) di perusahaan multinasional. Dari segi sektor, mayoritas alumni bekerja di perusahaan swasta sebesar 68,75% (22 alumni), disusul sektor lain dan BUMN/BUMD masing-masing 12,5% (4 alumni), serta instansi pemerintah dan organisasi non-profit masing-masing 3,13% (1 alumni).

Terkait relevansi pendidikan, sebanyak 87,50% (28 dari 32 alumni yang bekerja) menyatakan bahwa tingkat pendidikan mereka sesuai dengan pekerjaan yang dijalani, dan 62,50% (20 dari 32 alumni) bekerja di bidang yang selaras dengan ilmu yang dipelajari selama perkuliahan. Selain itu, rata-rata IPK lulusan mencapai 3,60 yang menunjukkan capaian akademik yang baik dan kompetitif.

Walaupun sebagian lulusan telah memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan, masih terdapat 33,33% atau 25 alumni yang hingga saat ini belum bekerja dan sedang aktif mencari kesempatan. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi program studi untuk semakin memperkuat strategi pengembangan karier serta meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi persaingan kerja. Melalui temuan Tracer Study 2025 ini, Universitas Islam Indonesia, khususnya Program Studi S1 Kimia, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperluas jejaring kerja sama, serta membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan agar mampu bersaing secara optimal di dunia profesional.

Penulis: Aura Gariza Sadiya

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *