Tracer Study UII 2025 : Daya Saing Lulusan Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan

Universitas Islam Indonesia kembali melakukan Tracer Study pada tahun 2025 untuk mengevaluasi daya serap lulusan di dunia kerja dengan menyasar alumni lulusan tahun 2024. Tercatat sejumlah program studi berhasil mencapai partisipasi sempurna.

Program studi D4 Akuntansi Perpajakan menunjukan kinerja yang luar biasa dalam Tracer Study alumni UII tahun 2025 dengan sasaran responden berupa alumni tahun 2024.  Tercatat terdapat 20 program studi yang mencapai tingkat pengisian kuisioner sebesar 100%, salah satunya yaitu program studi D4 Akuntansi Perpajakan dengan jumlah responden sebanyak 57 lulusan dari total 57 lulusan.

Data menunjukan bahwa 98,25% atau 56 dari 57 lulusan D4 Akuntansi Perpajakan aktif mencari pekerjaan dan berhasil mendapatkannya dalam waktu yang cukup singkat. Adapun 39 lulusan yang telah bekerja, distribusi waktu tunggunya menunjukan bahwa sebanyak 66,67% lulusan (26 orang) telah mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari atau sama dengan 3 bulan setalah lulus. Kemudian, 17,95% lulusan (7 orang) mendapatkan pekerjaan dalam rentang waktu 4-6 bulan, disusul 12,82% lulusan (5 orang) mendapatkan pekerjaan dalam waktu 7-9 bulan, dan 2,56% lulusan (1 orang) mendapatkan pekerjaan dalam waktu 10-12 bulan. Selain itu, tidak terdapat satupun lulusan yang membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk memperoleh pekerjaan. Secara rata-rata, waktu tunggu lulusan untuk bekerja adalah 2,82 bulan dengan nilai median hanya 1 bulan.

Analisis mengenai skala bidang usaha menunjukan bahwa lulusan D4 Akuntansi Perpajakan bekerja pada berbagai jenis perusahaan. Sebanyak 35,00% lulusan bekerja di perusahaan berskala lokal, 52,50% lulusan bekerja di perusahaan berskala nasional, dan 12,50% lulusan bekerja di perusahaan berskala multinasional.

Dari segi preferensi tempat bekerja, lulusan D4 Akuntansi Perpajakan banyak diminati oleh perusahan swasta dengan presentase sebesar 72,50%, diikuti dengan BUMN/BUMD sebesar 12,50%, kemudian instansi pemerintah sebesar 2,50%, organisasi profit sebesar 2,50%, dan 10,00% di kategori lain.

Disisi lain, terdapat sebagian lulusan yang belum bekerja. Alasan utama lulusan belum bekerja adalah karena masih mencari pekerjaan dengan presentase sebesar 60.00%. Alasan lainnya meliputi alasan keluarga sebesar 6,67%, lowongan pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat sebesar 6,67%, kesempatan belajar pada lowongan yang tersedia sangat kecil sebesar 6,67%, alasan pemilihan lokasi kerja sebesar 6,67%, menunggu penempatan 6,67%, serta alasan lainnya sebesar 6,67%.

Tingkat keaktifan mencari kerja menunjukan bahwa 64,29% lulusan siap bekerja dalam waktu dua minggu. Sebanyak 21,43% lainnya masih dalam proses antisipasi hasil lamaran, dan 14,29% responden tercatat tidak aktif dalam mencari pekerjaan.

Berbeda dengan aspek lainnya, hasil analisis statistik deskriptif untuk waktu tunggu lulusan yang melanjutkan studi justru menunjukan angka nol. Hal ini menunjukan bahwa tidak ada lulusan program studi D4 Akuntansi Perpajakan yang memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara itu, pada waktu tunggu lulusan untuk berkarya menunjukan hasil yang lebih bervariasi. Berdasarkan data dari 41 lulusan, rata-rata waktu tunggu berkarya adalah 2,71 bulan dengan nilai tengah 2,50 bulan. Mayoritas lulusan yaitu sebesar 68,29% lulusan (28 orang) membutuhkan waktu tunggu berkarya selama kurang dari sama dengan 3 bulan. Rincian lengkapnya adalah 17,07% lulusan (7 orang) membutuhkan waktu 4-6 bulan, 12,20% lulusan (5 orang) membutuhkan waktu 7-9 bulan, 2,44% lulusan (1 orang) membutuhkan waktu 10-12 bulan, dan tidak ada satupun lulusan yang membutuhkan waktu tunggu berkarya lebih dari 12 bulan.

Hasil Tracer Study 2025 menunjukan bahwa kompetensi lulusan Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan UII sangat sesuai dan dibutuhkan oleh pasar kerja. Fakta tersebut tercermin dari tingginya presentase lulusan yang mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan. Meskipun demikian, upaya peningkatan mutu pembelajaran tetap dilakukan untuk meningkatkan daya saing lulusan dan memperluas peluang serapan kerja di berbagai sektor.

Penulis: Grandnia Diva Nurisya

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *