Tracer Study 2025: 86,67% Lulusan S1 Rekayasa Tekstil UII Terserap dalam 6 Bulan

Lulusan S1 Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia (UII) menunjukkan tingkat keterserapan kerja yang tinggi. Sebanyak 86,67% lulusan telah terserap dalam enam bulan pertama pasca-kelulusan.

Lebih rinci, 46,67% lulusan mulai berkarya dalam waktu tiga bulan atau kurang, sedangkan 40,00% lainnya berada pada rentang empat hingga enam bulan. Komposisi ini menunjukkan pola keterserapan yang konsisten dalam setengah tahun pertama.

Data tersebut tercantum dalam Laporan Hasil Tracer Study 2025 yang dirilis Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) UII. Laporan itu juga mencatat bahwa median dan rerata waktu tunggu lulusan untuk mulai berkarya—baik bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan studi—hanya sekitar empat bulan setelah kelulusan.

Lebih lanjut, kesesuaian antara kualifikasi dan posisi kerja juga tampak bagus. Sebanyak 93,33% lulusan bekerja pada jabatan yang memang mensyaratkan ijazah Sarjana (S1). Dengan demikian, mayoritas lulusan tidak hanya terserap, tetapi juga bekerja sesuai dengan tingkat pendidikannya.

Selain bekerja sesuai dengan kualifikasi pendidikan, lulusan juga banyak direkrut oleh perusahaan berskala besar. Sebanyak 40,00% lulusan direkrut oleh perusahaan multinasional atau internasional, 46,67% bekerja di perusahaan tingkat nasional, dan 13,33% berada di level lokal. Komposisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan berkiprah pada perusahaan berskala nasional hingga global.

Seluruh temuan tersebut diperoleh dari Laporan Hasil Tracer Study 2025 DPKA UII dengan tingkat respons sebesar 100%. Dengan demikian, data yang disajikan merepresentasikan seluruh populasi lulusan tanpa pengecualian. Temuan ini menunjukkan bahwa lulusan Rekayasa Tekstil UII tidak hanya cepat terserap, tetapi juga memiliki posisi yang cukup kompetitif di pasar kerja nasional maupun global.

Menanggapi capaian tersebut, Rektor UII Fathul Wahid menyampaikan bahwa informasi dalam laporan tracer study tidak hanya menjadi indikator kinerja institusi, tetapi juga menjadi dasar untuk mengevaluasi kualitas pembelajaran, relevansi kurikulum, serta kontribusi universitas dalam mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan UII dalam melahirkan lulusan yang berintegritas, berdaya saing, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Fathul Wahid dalam pembukaan laporan hasil tracer study tersebut.

Penulis: Muhammad Nawal Haq Al Buny

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *