Berjuang, Berjejaring, dan Bertawakal

Oleh : Gesit Purnama Giana Deta (Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher – Alumni Fakultas Kedokteran UII Angkatan 2001)

Bagi saya, kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan pintu masuk menuju fase kehidupan yang jauh lebih menantang. Dunia setelah wisuda tidak hanya menilai kita dari gelar akademik, tetapi dari ketangguhan, keberanian mencoba, dan kesiapan untuk terus bertumbuh meski berkali-kali gagal. Perjuangan justru terasa lebih berat setelah lulus. Mencari pekerjaan, menentukan arah karier, dan menghadapi penolakan adalah bagian dari proses yang tidak bisa dihindari. Namun, makna perjuangan sejati terletak pada kemauan untuk terus bergerak maju, mengembangkan diri, dan tidak menyerah pada keadaan.

Saya percaya bahwa setiap orang memiliki “modal perjuangan” yang harus dimaksimalkan. Ilmu yang diperoleh selama kuliah adalah fondasi penting, tetapi tidak akan cukup tanpa jejaring dan relasi. Tidak ada mimpi besar yang bisa diraih sendirian. Dukungan keluarga dan restu orang tua pun menjadi kekuatan moral yang sering kali menentukan kokohnya langkah kita. Di atas semua itu, ada satu jalur yang tidak boleh dilupakan: jalur langit. Istiqamah dalam ibadah dan doa bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan sumber ketenangan dan kekuatan saat kegagalan datang. Kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan ruang belajar untuk mengenali diri, memperbaiki arah, dan membuka peluang baru.

Keberanian untuk mencoba dan berkompetisi, bahkan di level tertinggi, adalah bagian penting dari pertumbuhan. Dari sanalah kita ditempa. Dan pada akhirnya, keberhasilan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan bagi sesama. Kesuksesan juga harus selalu disertai kerendahan hati. Apa pun yang kita capai adalah amanah dari Allah SWT yang semestinya digunakan untuk berbuat baik dan mendekatkan diri kepada-Nya. Karena keberhasilan yang bermakna bukan hanya yang mengangkat diri sendiri, tetapi yang membawa kebaikan bagi dunia di sekitarnya.

*diringkas dan diambil dari naskah sambutan alumni, saat pelaksanaan Wisuda Universitas Islam Indonesia, Sabtu, 19 April 2025.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *