Dari Kursi Belakang ke Podium: Kisah Ketangguhan, Keberkahan, dan Dedikasi Alumni UII

Oleh: dr. Alfan Nur Asyhar, AIFO-K (Dokter Tim Nasional PSSI-Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia) – Alumni FK UII Angkatan 2001.

Wisuda bukan semata perayaan kelulusan, melainkan penanda dari sebuah perjalanan panjang yang ditempuh dengan berbagai dinamika kehidupan. Di balik toga dan senyum hari ini, tersimpan cerita tentang kerja keras, pengorbanan, doa, serta proses tholabul ‘ilmi yang tidak selalu mudah. Karena itu, keberhasilan seorang lulusan tidak selayaknya diukur hanya dari angka indeks prestasi, melainkan dari sejauh mana ilmu dan pengalaman tersebut kelak memberi manfaat bagi sesama, bangsa, dan agama.

Dalam perjalanan akademik, ada yang lulus dengan predikat cumlaude, ada pula yang menuntaskan studi dengan hasil yang sederhana. Keduanya tidak perlu saling meninggikan atau merendahkan. Prestasi akademik adalah modal, tetapi bukan jaminan akhir dari kesuksesan. Yang jauh lebih menentukan adalah keberkahan ilmu, ketekunan dalam proses, serta kesediaan untuk terus berkarya dan berkontribusi setelah wisuda. Di titik inilah nilai-nilai Universitas Islam Indonesia menemukan maknanya: membentuk insan berilmu yang rendah hati dan bermanfaat.

Pilihan menempuh pendidikan di Universitas Islam Indonesia, termasuk di Fakultas Kedokteran UII, seringkali dilandasi oleh keyakinan pada nama besar institusi dan nilai-nilai yang diwariskannya. UII bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang pembentukan karakter. Menjadi bagian dari UII berarti menempatkan diri dalam barisan panjang alumni yang telah memberi warna bagi perjalanan bangsa. Keyakinan inilah yang membuat banyak lulusan berani bermimpi, meski harus memulainya dari posisi yang jauh dari kata istimewa.

Perjalanan hidup tidak selalu berjalan lurus. Keterbatasan ekonomi, tanggung jawab keluarga, dan tantangan finansial kerap menjadi ujian berat selama masa studi. Namun justru dari kondisi inilah daya juang ditempa. Berbagai usaha dijalani demi bertahan dan melanjutkan pendidikan, dari berdagang kecil-kecilan hingga menunda tahapan akademik tertentu. Di saat yang sama, ruang-ruang organisasi kampus menjadi tempat pembelajaran lain yang tak kalah penting: kepemimpinan, kerja sama, dan keberanian mengambil tanggung jawab.

Kesetiaan pada proses dan keberanian mengikuti passion seringkali menjadi pembeda. Ketika pilihan keilmuan yang diambil tidak selalu dianggap “bonafide” atau populer, keteguhan untuk tetap menekuninya justru membuka jalan yang tidak terduga. Ketertarikan pada bidang Sports Medicine dan Sports Science, misalnya, yang ditekuni sejak masa mahasiswa melalui berbagai kursus dan pelatihan, kelak berkembang menjadi jalan pengabdian di level nasional dan internasional. Dari keterlibatan dalam tim nasional sepak bola hingga agenda olahraga dunia, semua itu berakar dari proses panjang yang dimulai di kampus.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan bukanlah hasil instan, melainkan akumulasi dari pilihan-pilihan kecil yang konsisten dijalani. Lebih dari itu, keberhasilan sejati menemukan maknanya ketika ilmu dan pengalaman tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi diteruskan kepada generasi berikutnya. Inisiatif pengembangan kurikulum, pembukaan ruang keilmuan baru, hingga pendirian pusat layanan berbasis medis di lingkungan kampus menjadi wujud nyata pengabdian alumni kepada almamater.

Pesan penting bagi para lulusan hari ini adalah agar tidak takut melangkah, meskipun perlahan. Diam di tempat justru menjadi risiko terbesar di tengah dunia yang terus bergerak. Proses hidup akan selalu menuntut pembelajaran baru, keberanian bermimpi, dan kesiapan untuk berkontribusi dengan cara masing-masing.

Sebagai alumni Universitas Islam Indonesia, setiap lulusan membawa nama besar kampus ke tengah masyarakat. Integritas, akhlak mulia, dan semangat inovasi bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab moral. Dengan menjaga nilai-nilai tersebut, alumni UII diharapkan tidak hanya sukses secara personal, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi bagi umat dan bangsa sebagaimana cita-cita luhur yang sejak awal ditanamkan oleh kampus tercinta ini.

*diringkas dan diambil dari naskah sambutan alumni, saat pelaksanaan wisuda UII, Minggu, 24 Agustus 2025. 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *