Dari Wisuda ke Dunia Nyata: Alumni UII Didorong Berani Mencipta Kerja, Menguatkan Jaringan, dan Menjadi Ulil Albab yang Berintegritas

Oleh: Aulia Taufani, SH, Notaris di Jakarta Selatan– Alumni FH Angkatan 1997

Wisuda bukanlah garis akhir dari perjalanan akademik, melainkan titik awal memasuki realitas kehidupan yang jauh lebih kompleks. Dunia yang dihadapi para wisudawan UII hari ini ditandai oleh perubahan cepat, ketidakpastian, serta kompetisi lintas sektor yang semakin ketat. Dalam situasi tersebut, keberhasilan tidak lagi ditentukan semata oleh prestasi akademik, melainkan oleh kemampuan membaca perubahan, membangun nilai, dan menjaga integritas diri.

Sebagai kampus yang lahir bersamaan dengan kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Islam Indonesia memiliki sejarah panjang dalam membentuk insan intelektual yang terlibat aktif dalam dinamika kebangsaan. Sejak era reformasi, alumni UII tampil di berbagai sektor strategis hukum, pemerintahan, ekonomi, hingga peradilan menunjukkan bahwa pendidikan di UII bukan hanya melahirkan lulusan, tetapi juga kader perubahan. Tradisi ini menjadi modal penting bagi para wisudawan yang hari ini resmi memasuki fase baru kehidupan.

Perubahan besar dalam lanskap nasional juga tercermin melalui lahirnya regulasi-regulasi strategis seperti Undang-Undang Cipta Kerja dan Undang-Undang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (P2SK). Kedua undang-undang ini menandai pergeseran paradigma: dari pola pikir “mencari kerja” menuju “menciptakan nilai dan lapangan kerja”. Hampir seluruh sektor kehidupan berusaha mulai dari pertanian, energi, pendidikan, kesehatan, hingga jasa keuangan mengalami restrukturisasi. Artinya, peluang terbuka lebar, tetapi hanya dapat dimanfaatkan oleh mereka yang adaptif dan siap berkompetisi.

Dalam konteks inilah, lulusan UII dituntut memiliki bekal yang melampaui keahlian teknis. Pertama, kemampuan beradaptasi menjadi syarat mutlak. Perubahan regulasi, teknologi, dan model bisnis menuntut lulusan untuk terus belajar, bahkan keluar dari zona keilmuan awalnya. Adaptasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar tidak tertinggal.

Kedua, kemampuan menghadirkan nilai nyata. Gelar akademik dan prestasi formal tidak cukup jika tidak diiringi kontribusi konkret. Dunia profesional membutuhkan individu yang mampu menyederhanakan masalah, membangun kolaborasi, serta memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, nilai insan Ulil Albab integrasi ilmu, iman, dan amal menjadi pondasi penting agar keunggulan intelektual berjalan seiring dengan etika dan tanggung jawab moral.

Ketiga, mentalitas bertumbuh (growth mindset). Wisuda bukan puncak kecerdasan, melainkan awal dari proses belajar seumur hidup. Setiap fase kehidupan menuntut refleksi, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. Kesediaan menerima masukan, belajar dari kegagalan, dan terus mengasah diri menjadi kunci agar lulusan tetap relevan di tengah perubahan.

Di atas semua itu, kekuatan khas UII terletak pada nilai kekeluargaan dan jejaring alumni. Ikatan Keluarga Alumni UII (IKA UII) bukan sekadar wadah administratif, tetapi modal sosial yang memungkinkan alumni saling menguatkan, berbagi peluang, dan menumbuhkan solidaritas. Dalam dunia yang kompetitif, jejaring yang dibangun atas dasar kepercayaan, nilai, dan empati menjadi keunggulan yang tidak mudah ditiru.

Akhirnya, wisuda harus dimaknai sebagai awal pengabdian. Dengan iman sebagai penuntun, ilmu sebagai bekal, dan jejaring sebagai penguat, lulusan UII diharapkan mampu melangkah ke tengah masyarakat sebagai insan yang tangguh, berintegritas, dan membawa kemaslahatan. Sebagaimana pesan Al-Qur’an, manusia diperintahkan untuk bertebaran di muka bumi mencari karunia Allah, bekerja, berkarya, dan memberi manfaat tanpa pernah berhenti mengingat tujuan hakiki dari seluruh perjalanan hidupnya.

*diringkas dan diambil dari naskah sambutan alumni, saat pelaksanaan wisuda UII, Minggu, 26 Januari 2025.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *