FISB UII Gelar Pembekalan Wisuda, Ungkap Cara Lolos Seleksi Kerja
Setelah toga dikenakan, tantangan sebenarnya justru dimulai. Untuk membekali calon lulusan menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat, Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISB) Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) UII menggelar kegiatan Pembekalan Wisuda pada Rabu (11/2/2026) di Auditorium Lt. 3, Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo. Kegiatan ini diperuntukkan bagi calon wisudawan UII periode III TA 2025/2026.

Poppy Sofia Anisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog, pemateri sekaligus trainer karier DPKA UII menjelaskan cara lolos seleksi kerja pada kegiatan Pembekalan Wisuda bagi calon wisudawan FISB UII periode III TA 2025/2026 di Auditorium Lt.3, Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo pada Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini membahas berbagai strategi memasuki dunia kerja, mulai dari pemetaan kondisi dunia kerja terkini, personal branding, hingga persiapan administrasi dan wawancara kerja. Poppy, pemateri sekaligus trainer karier DPKA UII menekankan bahwa karier bukan semata tentang siapa yang paling cepat sukses, melainkan tentang siapa yang paling siap menghadapi dunia kerja.
“Sebenarnya kalau kita bicara tentang karir, itu sebenarnya bukan berbicara tentang siapa sih yang bakal cepat sukses. Tapi kita bicara siapa yang siap untuk menghadapi karir,” ungkap Poppy.
Dalam penyampaiannya, Poppy juga memaparkan hasil tracer study DPKA UII. Berdasarkan data tersebut, 82% alumni UII bekerja sesuai bidang studi, 72% alumni bekerja di perusahaan swasta, dan rata-rata masa tunggu alumni untuk memperoleh pekerjaan tercatat 4,1 bulan.
Menurut Poppy, data tersebut menunjukkan bahwa peluang kerja alumni UII cukup besar. Namun, lulusan tetap perlu mempersiapkan diri agar mampu terserap cepat di dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Sebenarnya, sekarang banyak perusahaan yang mencari stafnya atau pegawainya, itu hanya sedikit saja. Karena apa? Karena (pekerjaan) sudah bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Artinya semakin tersaringlah para lulusan ini, semakinlah dicari (lulusan) yang benar-benar mempunyai bibit unggul,” jelas Poppy.
Karena itu, Poppy menekankan pentingnya personal branding sebagai identitas yang membedakan alumni UII dari lulusan lain. Ia berharap alumni UII dapat membangun citra diri sebagai insan ulil albab yang berkepribadian Islami, berwawasan mondial, mengutamakan unggul dalam karya, berpikir intelektual, serta berjiwa Indonesia.
Pembekalan juga menyoroti pentingnya Curriculum Vitae (CV) sebagai dokumen utama dalam proses rekrutmen. CV disebut sebagai gambaran singkat kandidat yang menjadi dasar penilaian awal recruiter. Poppy mengingatkan bahwa CV harus memuat informasi pendidikan, pengalaman profesional, prestasi, serta keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Selain itu, Poppy turut menyinggung tren seleksi kerja berbasis sistem Applicant Tracking System (ATS) yang banyak digunakan perusahaan. Sistem tersebut membuat CV dapat tersaring dalam waktu singkat sehingga kandidat perlu menyesuaikan format CV sesuai kebutuhan perusahaan.
Tidak hanya administrasi, Poppy juga menjelaskan bahwa kesiapan wawancara kerja menjadi tahap penting berikutnya. Peserta didorong untuk membangun kesiapan mental, memahami teknis wawancara, serta menjaga penampilan profesional sesuai ketentuan perusahaan.
Menutup pembekalan, Poppy menyampaikan bahwa layanan karier alumni UII di dunia kerja tidak berhenti pada kegiatan ini. DPKA UII tetap membuka layanan pendampingan melalui career counselling, seminar, mentoring, hingga pengembangan jejaring profesional. Alumni juga diarahkan untuk bergabung dalam grup Telegram DPKA UII serta mengakses buku career advice sebagai panduan dan dukungan karier meski telah lulus dari UII.
Penulis: Muhammad Nawal Haq Al Buny.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!