Ilmu sebagai Amanah dan Teladan sebagai Jalan Pengabdian
Oleh: Dr. H. Abdurrahman Shaleh, S.H., M.Si. (Dewan Penasehat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal & Sekretaris Jenderal DPP IKA UII 2025-2030) – Alumni FH UII Angkatan 1988
Hari ini saya berdiri di hadapan para wisudawan dan wisudawati Universitas Islam Indonesia dengan kebanggaan dan harap yang mendalam. Gelar yang kalian raih bukan sekadar tanda capaian akademik. Gelar itu adalah amanah yang menuntut tanggung jawab moral dan komialis sosial yang nyata. Gelar akademik harus diterjemahkan menjadi tindakan. Pendidikan di UII tidak berhenti pada penguasaan teori dan keterampilan. Di sini nilai nilai Islam dan etika kerja menjadi fondasi yang mesti menyertai setiap keputusan profesional. Visi UII menjadi rahmat bagi semesta bukan sekadar slogan institusional. Visi itu wajib menjadi kompas yang menuntun perilaku di ruang publik dan layanan kepada masyarakat.
Menjadi uswatun hasanah berarti menjadi teladan dalam keseharian. Teladan tidak selalu memerlukan panggung atau sorotan publik. Konsistensi dalam kejujuran, amanah, dan rasa keadilan pada interaksi kecil sehari hari membangun kepercayaan besar. Kepemimpinan yang berkelanjutan lahir dari kebiasaan etis yang sederhana namun teguh. Pengalaman di bidang pembangunan desa memperlihatkan betapa luasnya ladang pengabdian. Berdasarkan data BPS tahun 2024 Indonesia memiliki 84.276 desa dan setingkat desa. Setiap komunitas itu menyimpan persoalan khas yang membutuhkan solusi lokal dan figur yang bersedia hadir secara nyata. Kehadiran satu profesional berintegritas di sebuah desa dapat menjadi katalis perubahan yang signifikan.
Jangan meremehkan kontribusi kecil yang dilakukan secara konsisten. Upaya kecil yang dipraktikkan dengan disiplin dapat menimbulkan efek riak yang meluas. Hambatan dan kegagalan bukan akhir cerita. Keduanya adalah proses pembelajaran yang menajamkan kapasitas adaptasi dan inovasi dalam kondisi terbatas. Tetaplah mengikat diri pada nilai nilai iman ilmu dan amal. Ilmu tanpa aktualisasi kehilangan makna. Hubungan yang terus terjaga dengan almamater dan jejaring alumni membuka peluang replikasi praktik terbaik. Ketika berkiprah di pemerintahan, swasta, ataupun masyarakat sipil, pastikan setiap langkah membawa kemaslahatan bagi lebih banyak orang.
Langkah nyata yang dapat dimulai sekarang adalah memilih satu komunitas sebagai tempat pengabdian awal. Tetapkan tujuan kerja selama satu tahun yang konkret dan terukur. Dokumentasikan hasil kerja dan sebarkan praktik terbaik melalui jaringan alumni sehingga dampak dapat direplikasi di tempat lain. Semoga setiap langkah membawa manfaat dan menjadi bukti bahwa alumni UII mampu hadir sebagai rahmat bagi sekalian alam.
*diringkas dan diambil dari naskah sambutan alumni, saat pelaksanaan wisuda UII, Sabtu, 23 Agustus 2025.





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!