Insan Ulil Albab & Misi Rahmatan Lil A’lamin

Oleh: apt. Fajar Prasetya, M.Si., Ph.D. (Associate Professor of Pharmacology Universitas Mulawarman, Samarinda) – Alumni FMIPA UII Angkatan 1999

Pertama-tama, kita harus menyadari betapa istimewanya posisi kita saat ini. Kita berada di lingkungan salah satu universitas tertua di tanah air. Universitas Islam Indonesia (UII) lahir dari cita-cita luhur tokoh nasional pada tahun 1945 sebagai bukti adanya kesadaran pendidikan pada masyarakat pribumi. Semangat sejarah ini menuntut kita untuk tetap istiqamah dalam memajukan pendidikan sebagai bentuk ketaatan kita kepada Sang Pencipta.

Tantangan besar yang membentang di hadapan kita adalah menyongsong Indonesia Emas 2045. Saya optimis visi Indonesia yang maju, sejahtera, dan mandiri tersebut akan terwujud. Namun, kuncinya terletak pada lahirnya generasi “Insan Ulil Albab”. Siapakah mereka? Mereka adalah manusia yang senantiasa menyeimbangkan antara dzikir (mengingat Allah) dan fikir (memikirkan penciptaan langit dan bumi) dalam setiap keadaan, baik saat berdiri, duduk, maupun berbaring.

Fondasi utama untuk menjadi pribadi unggul dimulai dari pengenalan diri. Dengan prinsip Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu (Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya), kita akan tertuntun untuk tidak sekadar hidup, melainkan memberi manfaat. Inilah jalan menuju derajat khoirunnas anfa’uhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dengan demikian, kita bertransformasi menjadi pribadi yang rahmatan lil a’lamin, yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh alam.

Sebagai lulusan UII, kriteria Sumber Daya Manusia (SDM) unggul tidak cukup hanya dengan menjadi kreatif, inovatif, dan menguasai IPTEK. Kita harus melengkapinya dengan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Perpaduan ini diperlukan agar kita mampu menjalankan peran sebagai Khalifatullah fil Ard, wakil Allah di muka bumi untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan.

Dunia saat ini membutuhkan pemimpin dan pembaharu yang wasathy (moderat), andal, dan inklusif. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti menimba ilmu untuk meningkatkan kapasitas diri. Jadilah solusi di tengah masyarakat dengan membawa karakter Ulil Albab yang kokoh secara spiritual namun tajam secara intelektual.

*diringkas dan diambil dari naskah sambutan alumni, saat pelaksanaan wisuda UII, Sabtu 25 Januari 2025.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *