Lulusan Akuntansi UII Siap Bersaing dengan Keterserapan Tinggi dan Waktu Tunggu Kerja Singkat
Yogyakarta, UII – Universitas Islam Indonesia (UII) secara konsisten melaksanakan Tracer Study sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur keterserapan dan kontribusi lulusan di berbagai sektor. Laporan Tracer Study UII 2024, yang mencakup seluruh fakultas dan program studi, disusun melalui kolaborasi Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) dengan dukungan dari berbagai pihak. Laporan ini menyajikan data komprehensif mengenai profil lulusan, waktu tunggu kerja, pilihan karier, serta kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri. Dengan tingkat respons sebesar 85,67% (305 dari 356 lulusan), laporan ini menjadi tolok ukur penting dalam menilai efektivitas pendidikan dan landasan strategis bagi pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perubahan global. Pada artikel ini, pembahasan akan difokuskan pada hasil Tracer Study untuk Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE), yang mencerminkan dinamika transisi lulusan ke dunia kerja, kewirausahaan, dan studi lanjut, serta relevansinya dalam meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu indikator utama keberhasilan sebuah program studi adalah seberapa cepat lulusan dapat terserap ke dunia kerja. Berdasarkan data dari 165 lulusan yang telah bekerja, mayoritas (58,18% atau 96 orang) berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah lulus. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi dan keterampilan yang diperoleh selama masa studi cukup sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Sebanyak 26,06% (43 orang) lulusan mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu empat hingga enam bulan, sementara 10,91% (18 orang) membutuhkan tujuh hingga sembilan bulan untuk memperoleh pekerjaan. Sejumlah kecil lulusan, yaitu 3,03% (5 orang), baru mendapatkan pekerjaan setelah sepuluh hingga dua belas bulan, dan 1,82% (3 orang) memerlukan waktu lebih dari satu tahun untuk bekerja.
Dari segi statistik, waktu tunggu kerja lulusan sangat bervariasi. Terdapat kasus di mana alumni telah mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum lulus (minimum: -12 bulan), sementara yang paling lama mencapai 15 bulan. Nilai rata-rata waktu tunggu berada di angka 4,31 bulan, dengan median 2 bulan, yang mengindikasikan bahwa lebih dari setengah lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu relatif cepat.
Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan S1 Akuntansi UII, Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) berada di angka 3,56, yang mencerminkan pencapaian akademik yang solid. Selain itu, tingkat partisipasi dalam Tracer Study juga cukup tinggi, dengan respons dari 305 lulusan (85,67% dari total populasi 356 lulusan), menunjukkan kesadaran dan kepedulian alumni terhadap evaluasi pendidikan yang berkelanjutan.
Dari total 305 responden, sebanyak 169 alumni (55,41%) telah bekerja di berbagai sektor, sementara 92 alumni masih dalam proses pencarian kerja atau memilih jalur lain sebelum memasuki dunia profesional.
Selain menjadi pekerja profesional, sebagian lulusan juga memilih jalur kewirausahaan. Sebanyak 15 alumni memulai usaha sendiri, dengan mayoritas (73,33% atau 11 orang) berhasil memulai bisnis dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah lulus. Sementara itu, 13,33% (2 orang) memulai usaha dalam kurun waktu empat hingga enam bulan, dan masing-masing 6,67% (1 orang) memulai dalam tujuh hingga sembilan bulan serta sepuluh hingga dua belas bulan. Tidak ada lulusan yang memulai usaha setelah lebih dari satu tahun kelulusan, yang mencerminkan dorongan kewirausahaan yang cukup kuat di kalangan lulusan S1 Akuntansi UII.
Dari data yang terkumpul, terlihat bahwa mayoritas lulusan S1 Akuntansi UII memilih berkarier di sektor swasta. Sebanyak 67,95% (112 orang) bekerja di perusahaan swasta, yang menegaskan bahwa sektor ini masih menjadi pilihan utama bagi lulusan akuntansi.
Selain itu, 19,87% (33 orang) bekerja di Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD), yang menawarkan stabilitas dan jenjang karier yang menarik. Sebanyak 5,13% (8 orang) bergabung dengan instansi pemerintah, sedangkan 1,92% (3 orang) memilih berkarier di organisasi non-profit. Tidak ada lulusan yang bekerja di organisasi multilateral, sementara 5,13% (8 orang) bekerja di sektor lainnya.
Dari segi skala bidang kerja, sebagian besar lulusan bekerja di tingkat nasional (51,52% atau 85 orang), menunjukkan bahwa banyak alumni berkarier di perusahaan yang beroperasi di skala nasional. Sebanyak 27,27% (45 orang) bekerja di perusahaan berskala lokal, sementara 21,21% (35 orang) berhasil menembus perusahaan multinasional, yang mencerminkan daya saing lulusan di kancah global.
Dengan keterserapan lulusan yang tinggi, waktu tunggu kerja yang relatif singkat, serta daya saing yang terbukti di berbagai sektor, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII terus mencetak alumni yang siap menghadapi tantangan dunia profesional. Keberhasilan ini bukan hanya mencerminkan kualitas akademik, tetapi juga mencerminkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri serta kesiapan lulusan dalam bersaing di skala nasional dan global. Ke depan, dengan komitmen terhadap inovasi pendidikan dan peningkatan koneksi dengan dunia usaha, UII akan terus menjadi katalisator bagi lahirnya generasi akuntan yang kompeten, adaptif, dan berintegritas. Ini bukan hanya tentang keberhasilan individu, tetapi juga kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi dan pembangunan bangsa.
Penulis: Rangga Pamungkas Putradharma
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!