Menakar Daya Saing Lulusan S1 Teknik Lingkungan UII melalui Tracer Study 2025
Selain berkomitmen melahirkan intelektual muda yang berkarakter Ulil Albab, Universitas Islam Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi bangsa yang kompeten dan berdaya saing. Melalui integrasi kurikulum berbasis kompetensi dan serta pembinaan soft skills, Universitas Islam Indonesia berhasil mencetak lulusan yang tidak hanya kuat secara keilmuan tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia kerja. Komitmen tersebut tercermin dalam hasil Tracer Study 2025 yang menjadi salah satu tolak ukur terhadap tingkat keterserapan, relevansi kompetensi, serta kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja secara profesional. Pada program studi S1 Teknik Lingkungan hasil Tracer Study 2025 ini memberikan gambaran mengenai lama tunggu kerja, kesesuaian pekerjaan dengan bidang ilmu, sektor tempat bekerja, serta persebaran aktivitas alumni pasca kelulusan.

Persebaran lulusan S1 Teknik Lingkungan menunjukkan bahwa sebagian besar alumni telah memasuki dunia kerja. Sekitar 45% dari jumlah alumni telah memulai karir mereka di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah hingga perusahaan swasta, baik nasional hingga internasional. Sementara itu, sekitar 40% lulusan masih dalam tahap pencarian kerja pada saat survei dilaksanakan. Sebanyak 8% dari total lulusan memilih untuk mengembangan usaha secara mandiri. Adapun sekitar 7% diantaranya memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Keterserapan lulusan S1 Teknik Lingkungan di dunia kerja menunjukkan hasil yang positif. Hal ini dikorelasikan dengan masa peralihan lulusan ke dunia kerja yang relatif singkat. Mayoritas lulusan S1 Teknik Lingkungan hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 bulan untuk memulai karir pertamanya di dunia kerja dengan persentase sebanyak 50.00%. Sementara itu, sekitar 38.10% lulusan mulai bekerja dalam rentang waktu 4-6 bulan. Adapun 9.52% lulusan membutuhkan waktu 7-9 bulan untuk memulai karir pertamanya, dan hanya 2.38% dari total lulusan yang membutuhkan waktu tunggu hingga 10-12 bulan. Secara keseluruhan, tidak terdapat alumni yang membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk memulai mendapatkan pekerjaan pertamanya.

Program studi S1 Teknik Lingkungan menghasilkan lulusan yang memiliki kesiapan bekerja di berbagai bidang. Secara instansi, mayoritas lulusan bekerja di perusahaan swasta dengan total persentase sebesar 75.00%. Sementara itu, sekitar 10.71% lulusan berkarir di BUMN/BUMD dan sekitar 4.76% berkarir di instansi pemerintah. Dari total lulusan, 5.95% diantaranya berkarir di organisasi multilateral dan 1.19% diantaranya berkarir di organisasi non-profit. Adapun 2.38% dari total lulusan berkarir di berbagai sektor lainnya.

Keterserapan lulusan S1 Teknik Lingkungan, tidak hanya terbatas pada tingkat lokal atau nasional, tetapi juga terserap di tingkat internasional. Tercatat sekitar 32.14% lulusan bekerja di instansi/perusahaan lokal. Di tingkat nasional, keterserapan lulusan relatif tinggi, sebesar 54.76%. Sementara itu, 13.10% dari total lulusan terserap di tingkat internasional. Meskipun keterserapan lulusan di tingkat internasional cenderung sedikit dibandingkan dengan lulusan yang terserap di tingkat lokal dan nasional, ini menunjukkan relevansi dan kesiapan kurikulum yang dimiliki program studi S1 Teknik Lingkungan untuk bersaing di tingkat global.

Secara garis besar, lulusan S1 Teknik Lingkungan sejauh ini menunjukkan citra yang positif. Kesiapan dan relevansi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja menunjukkan komitmen Universitas Islam Indonesia dan program studi S1 Teknik Lingkungan dalam menyiapkan intelektual muda yang berdaya saing global. Bahkan, 80.95% lulusan menyatakan adanya relevansi bidang ilmu dengan pekerjaan yang saat ini digeluti, meskipun sekitar 19.05% lulusan yang menyatakan ketidakrelevanan dalam hal tersebut.
Oleh karena itu, perbaikan demi perbaikan guna menjaga konsistensi kurikulum tetap dibutuhkan sebagai bahan evaluasi untuk menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Penulis: Rahmat Hamdi Purnama





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!