Pembekalan Calon Wisudawan Teknik Industri Memperkuat Kesiapan Profesional 2026

Yogyakarta — Pembekalan Calon Wisudawan Jurusan Teknik Industri Periode Februari 2026 berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026. Acara yang digelar oleh Jurusan Teknik Industri UII bersama dengan Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni UII ini menghadirkan pemateri Yulindyah Widyastika, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Kegiatan dibuka oleh perwakilan jurusan Didin Dwi Novianto, S.T., M.LSCM, yang menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para calon wisudawan sekaligus memberikan harapan terbaik untuk langkah profesional mereka ke depan.

Dalam sambutannya, Didin menekankan pentingnya memaknai momen kelulusan sebagai awal transisi karier. Ia mengajak lulusan untuk menjaga integritas profesional dan terus mengasah kompetensi yang relevan dengan industri. Pesan kebanggaan itu menjadi landasan moral bagi materi yang disampaikan pengisi acara sehingga pembekalan tidak hanya bersifat teknis tetapi juga reflektif. Memulai sesi utama, Yulindyah membuka pembahasan dengan menginterpretasi data alumni Universitas Islam Indonesia untuk menunjukkan relevansi materi bagi peserta. Slide materi mencatat bahwa 82 persen alumni bekerja sesuai bidang studi mereka dan 72 persen berkarier di sektor swasta. Rata-rata waktu tunggu mendapat pekerjaan dilaporkan 4,1 bulan. Data ini menjadi dasar pembicaraan agar langkah pencarian kerja lebih terukur dan realistis.

Bahan materi selanjutnya memberi penekanan kuat pada penyusunan CV yang disesuaikan dengan tujuan lamaran. Yulindyah menegaskan perlunya personal statement yang relevan dengan posisi yang dilamar, penulisan pengalaman secara kronologis, dan kejelasan identitas akademik serta keterampilan. Materi juga menguraikan hal yang sebaiknya dihindari seperti informasi pribadi yang tidak relevan, desain CV yang berlebihan, dan penyajian data tidak akurat. Rujukan praktik pembuatan CV yang ramah sistem pelacakan pelamar juga disampaikan untuk membantu efektivitas seleksi awal.  Selain dokumen, Yulindyah menggarisbawahi pentingnya soft skill dan “unggah-ungguh” profesional. Penampilan rapi dan sikap yang matang saat wawancara dianggap sebagai impresi awal yang menentukan. Ia menekankan latihan komunikasi, manajemen waktu, dan pengelolaan kecemasan sebagai persiapan yang konkret. Rekomendasi praktis mencakup berlatih jawaban berbasis STAR untuk pertanyaan perilaku dan memastikan kesiapan teknis untuk wawancara daring bila diperlukan.

Sesi diskusi yang mengikuti membuka wawasan tentang ragam jalur karier di dunia kerja. Peserta diberi ruang untuk mempertimbangkan faktor keputusan karier seperti kesesuaian minat, prospek industri, dan keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan panjang. Pembicaraan juga menyentuh persiapan dokumen penting lain berupa portofolio, sertifikat, dan dokumen administratif yang sering diminta pemberi kerja. Pembekalan berakhir dengan penegasan bahwa transisi dari bangku kuliah ke dunia kerja memerlukan strategi yang terencana. Fakta statistik alumni menunjukkan peluang dan tantangan yang harus direspons dengan adaptasi keterampilan dan persiapan dokumen. Para calon wisudawan diingatkan untuk aktif memanfaatkan layanan karier kampus guna mendapatkan pendampingan lanjutan.

Penulis: Rangga Pamungkas Putradharma

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *