Takut Dewasa, Tapi Tetap Melangkah

Oleh: Dimas Novriandi
(Perwakilan Alumni Universitas Islam Indonesia)

Dengan penuh rasa syukur, saya berdiri mewakili alumni Universitas Islam Indonesia untuk menyambut para wisudawan yang hari ini menuntaskan satu fase penting dalam hidupnya. Hari ini adalah hari yang membahagiakan. Hari ketika kerja keras, doa orang tua, revisi tanpa akhir, dan segala bentuk perjuangan akhirnya menemukan titik temu dalam satu momen bernama wisuda.

Namun izinkan saya mengatakan satu hal sejak awal: wisuda bukanlah garis akhir. Ia adalah garis start yang sesungguhnya.

Di balik toga yang rapi dan senyum yang mengembang, ada cerita panjang yang tidak selalu terlihat. Ada malam-malam penuh begadang, ada rasa ingin menyerah yang diam-diam dilawan, ada revisi yang terasa seperti tidak ada habisnya. Kita pernah merasa kuliah itu seperti permainan yang mudah dinaikkan levelnya. Tapi ternyata, tidak ada cheat code dalam kehidupan kampus. Semua harus dijalani dengan kesabaran, ketekunan, dan kadang—air mata.

Hari ini, mungkin banyak dari kita merasakan perasaan yang campur aduk. Bahagia, lega, bangga tetapi juga takut. Takut memasuki dunia yang belum sepenuhnya kita pahami. Takut gagal. Takut tidak cukup baik. Takut tidak seindah yang kita bayangkan.

Dan itu wajar.

Kita hidup di zaman yang bergerak sangat cepat. Dunia kerja tidak selalu ramah. Kompetisi begitu terbuka. Standar keberhasilan sering kali terasa tinggi. Tapi justru karena itulah, pendidikan di UII menjadi sangat relevan. Kampus ini tidak hanya memberi kita gelar, tetapi juga membentuk karakter. Kita belajar tentang tanggung jawab, tentang nilai, tentang integritas. Kita diajarkan bahwa ilmu tanpa adab adalah kosong, dan kesuksesan tanpa moral adalah rapuh.

Ada sebuah pemikiran yang pernah disampaikan oleh Jim Carrey: You can fail at what you don’t want — so you might as well take a chance on doing what you love.”

Kamu bisa saja gagal dalam hal yang tidak kamu cintai. Maka mengapa tidak mengambil risiko untuk melakukan sesuatu yang kamu yakini? Dalam Islam, ini selaras dengan konsep ikhtiar dan tawakal. Kita berusaha sebaik mungkin, tetapi hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah. Yang penting, kita melangkah dengan niat yang benar dan hati yang bersih.

Hari ini saya ingin menitipkan lima hal sederhana.

Pertama, wisuda adalah bukti bahwa kamu mampu menyelesaikan sesuatu. Bukan karena kamu tidak pernah lelah, tetapi karena kamu memilih untuk tetap berjalan walau lelah.

Kedua, dewasa bukan tentang terlihat kuat. Dewasa adalah tentang berani bertanggung jawab. Bertanggung jawab pada pekerjaan, pada keluarga, pada pilihan hidup, dan pada nilai-nilai yang kita yakini.

Ketiga, kamu tidak harus menjadi yang paling cepat, tetapi jadilah yang paling bisa dipercaya. Di luar sana, banyak orang pintar. Tetapi yang benar-benar dibutuhkan adalah mereka yang amanah dan konsisten.

Keempat, sukses bukan hanya tentang naik jabatan atau bertambahnya penghasilan. Sukses adalah ketika karirmu bertumbuh tanpa kehilangan kemanusiaanmu. Ketika pencapaianmu meningkat, tetapi hatimu tetap lembut.

Kelima, jika kamu takut menjadi dewasa, jangan menutupinya dengan pura-pura berani. Lawan dengan langkah kecil yang konsisten. Karena kehidupan sering kali berubah bukan oleh keputusan besar, tetapi oleh kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Di momen ini, kita juga perlu mengingat bahwa kita tidak sampai di titik ini sendirian. Ada orang tua yang mungkin tidak memahami detail skripsi kita, tetapi memahami betul kapan kita lelah. Ada doa yang tidak pernah putus, ada pengorbanan yang sering tidak terlihat. Hari ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi kemenangan keluarga.

Sebagai alumni, kami ingin mengatakan: kalian tidak berjalan sendiri. Kalian kini menjadi bagian dari keluarga besar UII yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Jaringan alumni bukan sekadar formalitas, tetapi ruang untuk bertumbuh, berbagi, dan saling menguatkan. Karena di dunia yang bergerak cepat ini, kolaborasi lebih penting daripada berjalan sendiri.

Akhirnya, semoga ilmu yang kalian peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat. Semoga langkah kalian dimudahkan. Semoga ketakutan yang kalian rasakan hari ini berubah menjadi keberanian untuk mencoba. Dan semoga di mana pun kalian berada, nilai-nilai UII tetap hidup dalam sikap, keputusan, dan tindakan kalian.

Karena pada akhirnya, bukan gelar yang paling diingat dunia melainkan karakter.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Diringkas dan diolah dari naskah sambutan perwakilan Ikatan Alumni UII pada Wisuda Sarjana Universitas Islam Indonesia, Sabtu, 14 Februari 2026.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *