UPB Kebumen Kunjungi DPKA UII dan LSP UII Perkuat Layanan Karier, Tracer Study dan Sertifikasi Kompetensi

Yogyakarta — Pusat Karir Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen melakukan kunjungan ke Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Senin, 2 Februari 2026, di Fakultas Ilmu Agama Islam UII, Yogyakarta. Kunjungan bertujuan bertukar informasi praktik pengelolaan career center, membahas tracer study dan jejaring alumni, memperkuat strategi peningkatan daya serap lulusan, serta mengeksplorasi pembentukan lembaga sertifikasi (LSP) dan lembaga pelatihan/LPK.

Pembahasan difokuskan pada lima agenda utama: sistem pengelolaan Career Development Center; strategi akselerasi keterampilan dan employability; pengelolaan tracer study; program kerja sama industri dan kemitraan strategis; serta aspek teknis pendirian LSP dan LPK. Pertemuan dihadiri pimpinan DPKA UII, divisi teknis terkait, serta delegasi UPB yang dipimpin Wakil Rektor 2 dan Kepala Lembaga Karir Mahasiswa, serta Ketua Program Studi Sarjana Manajemen dan Program Studi Sains Data.

Allan Fatchan Gani Wardana, S. H., M. H., selaku Direktur Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA UII) memaparkan tiga program inti DPKA UII: Personal Career Planning System (PCPS), Integrated Career Days, dan Tracer Study. Allan menegaskan PCPS sebagai platform digital UII untuk pembuatan CV, asesmen karier, profil kepribadian, dan gaya belajar mahasiswa; menekankan sinergi lintas unit, serta peran Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII; dan menyebutkan kegiatan campus hiring, layanan career counseling gratis, serta optimasi Instagram dan situs resmi untuk distribusi informasi.

Dr. Prihartini Budi Astuti, S.E., M. Si., selaku Wakil Rektor 2 UPB menekankan kebutuhan akselerasi keterampilan mahasiswa melalui kemitraan strategis dan pembentukan lembaga sertifikasi yang menaungi keterampilan khusus. Prihartini berharap adaptasi dari system yang sudah berjalan di UII dapat disesuaikan dengan kondisi UPB sehingga segera ditindaklanjuti secara operasional, serta mendorong keterlibatan alumni yang lebih aktif dalam penyiapan dan penempatan lulusan.

Dr. Sigit Wibawanto, S.E., M.M. (Kepala Lembaga Karir Mahasiswa dan Tracer Studi UPB) menggarisbawahi perlunya career roadmap sejak semester awal hingga fase penempatan kerja dan mempertanyakan mekanisme pendirian LSP yang efektif. Dr. Sigit juga menyatakan ketertarikan untuk mengadopsi sistem PCPS, dengan perhatian pada kesesuaian adaptasi terhadap kapasitas dan konteks UPB di Kebumen.

Dr. Dwi Handayani, S.T., M.Sc. (Kepala Divisi Pendidikan Lanjut/Lembaga Sertifikasi Profesi UII) menjelaskan bahwa UII telah memiliki LSP (difokuskan untuk kebutuhan S1–S3) sementara LPK belum menjadi fokus karena orientasi vokasi. LSP UII berada di bawah Simpul Tumbuh UII dan naungan Wakil Rektor 4 (Wakil Rektor Bidang Kemitraan & Kewirausahaan) serta pernah menerima pendanaan Erasmus+. Saat ini ada 19 skema BNSP ditambah 1 skema TRIZ, dengan visi minimal satu skema per program studi dan dua asesor per skema; syarat asesor meliputi sertifikasi teknis di bidangnya dan sertifikasi sebagai asesor.

Mujiati Dwi Kartikasari, S.Si, M,Sc. (Kepala Divisi Pemberdayaan Alumni) memaparkan alur tracer study yang dimulai dari Wakil Rektor Bidang 3, turun ke wakil dekan dan kaprodi, lalu dieksekusi oleh Divisi Pemberdayaan Alumni melalui tim call center, analis data, dan PIC prodi atau surveyor yang juga bagian dari alumni. Tracer study berjalan sepanjang tahun dengan pengambilan data utama pada Juli hingga Agustus, menargetkan alumni lulusan satu tahun sebelumnya, memakai kuisioner berbasis template DIKTI yang ditambahkan dengan penyesuaian dari prodi, dan menggunakan insentif seperti lucky draw untuk meningkatkan respons.

Secara kritis, digitalisasi lewat PCPS menjanjikan efisiensi dan kemampuan analitik, namun keberhasilannya bergantung pada kualitas data, aksesibilitas mahasiswa, dan kapasitas pengolahan data; tracer study memberikan indikator outcome penting; pembentukan LSP/LPK menuntut sumber daya teknis, asesor berkompeten, dan pengakuan industri; sementara campus hiring efektif jika dibangun lewat hubungan jangka panjang dan program magang yang terstruktur. Komunikasi multi-kanal perlu dipertahankan untuk menjangkau beragam alumnus.

Penulis: Rangga Pamungkas Putradharma

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *