FH UII Teguhkan Kesiapan Lulusan Melalui Pembekalan Wisudawan
Yogyakarta – Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Wisudawan pada Kamis (25/6) siang di Ruang Auditorium Lantai 4 Fakultas Hukum UII. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para calon wisudawan untuk memperoleh bekal dan motivasi sebelum memasuki dunia profesional.
Acara diawali dengan sambutan dari pimpinan Fakultas Hukum UII. Dalam sambutannya disampaikan bahwa perjalanan meraih gelar sarjana merupakan proses panjang yang penuh suka dan duka. Salah satu tantangan yang dihadapi mahasiswa selama masa studi adalah pandemi COVID-19 yang sempat memengaruhi proses pembelajaran.
Meskipun demikian, Fakultas Hukum UII telah berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik bagi mahasiswa sehingga mereka dapat menyelesaikan studi hingga tahap kelulusan. Para calon wisudawan juga diajak untuk mensyukuri perjuangan yang telah dilalui selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi simbolis pentasyarufan Beasiswa Wakaf Uang kepada mahasiswa Fakultas Hukum UII. Dana wakaf yang terkumpul dikelola secara berkelanjutan dan hasil pengembangannya ditasyarufkan untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi berikutnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan penyampaian kesan serta pesan oleh perwakilan mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang telah berjasa dalam perjalanan pendidikan mereka. Menurutnya, guru merupakan sosok hebat yang berperan penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan seseorang, termasuk orang tua yang menjadi guru pertama dalam kehidupan.
Sesi berikutnya adalah panel pembekalan alumni yang dipandu oleh Afiyatun, S.H., M.H.. Pada sesi ini, para peserta memperoleh wawasan mengenai tantangan dan peluang dunia kerja dari para alumni yang telah berkiprah di bidang hukum.
Narasumber pertama, Muhammad Hanif Mahsabihul Ardhi, S.H., M.H., alumni FH UII sekaligus Founding Partner Firmly Law Firm, menyampaikan bahwa gelar sarjana hukum tidak hanya menjadi simbol keberhasilan akademik, tetapi juga membawa amanah dan tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, lulusan hukum diharapkan mampu menjaga integritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
Beliau juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Justru setelah memasuki dunia profesional, lulusan perlu terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, serta tidak pernah merasa cukup dengan ilmu yang telah dimiliki. Selain memperdalam kompetensi di bidang hukum, ia mendorong para lulusan untuk mempelajari wawasan kewirausahaan sebagai bekal menghadapi dinamika dan ketidakpastian ekonomi di masa mendatang.
Sementara itu, narasumber kedua, Ali Rido, S.H., M.H., alumni FH UII angkatan 2007 yang kini menjadi dosen Universitas Trisakti, menyampaikan pandangannya mengenai dinamika profesi hukum di era perkembangan teknologi. Menurutnya, perjalanan karier di bidang hukum tidak selalu berjalan mulus karena tantangan yang dihadapi semakin kompleks.
Beliau menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai memengaruhi berbagai pekerjaan di bidang hukum. Bahkan, sebagian tugas hukum berpotensi digantikan oleh teknologi. Di sisi lain, jumlah lulusan hukum yang terus meningkat setiap tahun juga menyebabkan persaingan kerja menjadi semakin ketat. Oleh karena itu, lulusan hukum dituntut untuk memiliki keunggulan kompetitif, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Selain menghadirkan alumni, kegiatan pembekalan juga menghadirkan Bapak Walid Jumlad, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) UII. Dalam sesi diskusi, beliau menjelaskan berbagai layanan dan manfaat yang dapat diperoleh alumni melalui DPKA, mulai dari pengembangan karier, informasi lowongan kerja, hingga pendampingan yang mendukung kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan informasi mengenai peran Ikatan Alumni (IKA) UII dalam membangun jejaring profesional antaralumni, serta pentingnya partisipasi dalam Tracer Study sebagai sarana evaluasi dan pengembangan kualitas pendidikan di Universitas Islam Indonesia. Melalui Tracer Study, masukan dari para alumni diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan relevansi dan mutu pendidikan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui kegiatan pembekalan ini, FH UII berharap para calon wisudawan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental, profesionalisme, dan semangat belajar sepanjang hayat dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat
Penulis : Grandnia Diva Nurisya





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!