Optimalisasi CV bagi Calon Wisudawan FISB UII: Persiapan Memasuki Dunia Kerja
YOGYAKARTA – Selasa, 21 April 2026, Fakultas Ilmu Sosial Budaya (FISB) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan seminar bertajuk “Cara Mempersiapkan Diri agar Lebih Unggul” yang berlangsung pada pukul 10.30–11.30 WIB di Auditorium Dr. Soekiman Wirjosandjojo, UII Yogyakarta. Kegiatan ini dihadirkan sebagai bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif. Kegiatan ini diikuti oleh calon wisudawan FISB yang terdiri dari mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Ilmu Komunikasi Program Internasional, Pendidikan Bahasa Inggris, serta Hubungan Internasional.
Acara ini menghadirkan Citra Indriani Mandala, M.Psi., Psikolog sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Konsep workplace kini tidak lagi sekadar tempat bekerja, melainkan telah menjadi second home. Selain itu, sistem kerja juga semakin fleksibel dengan adanya konsep work from anywhere, yang memungkinkan seseorang bekerja kapan saja dan di mana saja, namun tetap membutuhkan kemampuan manajemen waktu agar terhindar dari burnout.
Selain itu, Citra Indriani Mandala menekankan bahwa memasuki dunia kerja tidak cukup hanya mengandalkan hard skill. Soft skill seperti kemampuan komunikasi, regulasi emosi, serta kepemimpinan justru menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan seseorang. Perusahaan cenderung lebih menyukai individu yang memiliki soft skill baik karena dinilai lebih mudah berkembang dan beradaptasi.
Dalam sesi ini juga dibahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Salah satunya adalah penyusunan Curriculum Vitae (CV) yang menarik dan sesuai dengan posisi yang dilamar. Selain itu, persiapan menghadapi wawancara kerja juga menjadi poin penting, mengingat proses ini merupakan kesempatan bagi pelamar untuk menunjukkan potensi diri secara maksimal. Peserta juga diingatkan untuk memperhatikan detail dalam proses melamar pekerjaan, seperti memahami kebutuhan perusahaan, membaca dengan cermat informasi lowongan, serta menuliskan subjek email yang tepat, serta tidak menuliskan keterampilan secara sembarangan tanpa mampu mempertanggungjawabkannya.
Selain kesiapan teknis, mahasiswa juga didorong untuk aktif mengembangkan diri melalui seminar, bootcamp, maupun sertifikasi guna meningkatkan daya saing. Dalam hal ini, personal branding melalui media sosial seperti Instagram dan LinkedIn juga menjadi salah satu strategi penting dalam membangun citra profesional. Di akhir sesi, narasumber menegaskan bahwa relasi atau networking memiliki peran besar dalam membuka peluang karier, meskipun kualifikasi tetap menjadi faktor utama dalam proses seleksi. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menyeimbangkan antara kemampuan, pengalaman, dan jaringan yang dimiliki agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan mampu bersaing di masa depan.
Penulis : Rifana Wulandari





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!