Persiapkan Diri Raih Beasiswa Global, DPKA UII Gelar Kelas Karier #4

Yogyakarta – Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan Kelas Karier #4 pada Jumat (17/7/2026) sebagai upaya membekali mahasiswa dan alumni dalam mempersiapkan diri meraih peluang beasiswa global. Mengusung tema Preparing Yourself to Win Global Scholarship Opportunities, kegiatan ini menghadirkan Bapak Ganjar Fadillah, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Ibu Lifthya Ahadiati Akmala, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai narasumber yang membagikan pengalaman serta strategi menghadapi proses seleksi beasiswa internasional.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teatrikal Timur Lantai 2, Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito UII ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi. Dimana kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Allan Fatchan Gani Wardhana, S.H., M.H. selaku Direktur Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) yang menyampaikan bahwa DPKA UII terus menghadirkan berbagai program pengembangan karier untuk mendukung mahasiswa dan alumni, termasuk dalam mempersiapkan studi lanjut melalui program beasiswa.

“Kita selalu menyediakan berbagai bentuk kelas karier dari berbagai lini atau bidang, sehingga harapannya dapat dimaksimalkan oleh teman-teman mahasiswa dan alumni,” ujar Bapak Allan.

Pada sesi pertama, Bapak Ganjar Fadillah menjelaskan bahwa keberhasilan memperoleh beasiswa tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga kesiapan pelamar memahami karakteristik yang dicari oleh lembaga pemberi beasiswa. Menurutnya, kandidat perlu membangun persiapan yang matang melalui tiga fondasi utama, yaitu prepare, consistency, dan story, serta membangun personal branding yang kuat agar memiliki identitas dan nilai tambah di mata pemberi beasiswa.

“Ketika orang mengenal kita, mereka harus tahu kita ahli di bidang apa. Kalau belum ada jawaban, berarti personal branding kita belum terbentuk. Leadership juga bukan sekadar menjadi ketua, tetapi bagaimana kita mampu memberi kontribusi, aktif di masyarakat, dan menciptakan dampak bagi orang lain,” ujar Bapak Ganjar.

Dalam pemaparannya, Bapak Ganjar juga menjelaskan dua jalur utama beasiswa Monbukagakusho (MEXT), yaitu Embassy Recommendation dan University Recommendation, beserta karakteristik masing-masing jalur. Selain itu, ia mengulas proses seleksi LPDP yang menitikberatkan pada keunggulan akademik, kepemimpinan, integritas, personal branding, serta kontribusi nyata kepada masyarakat.

Pada sesi berikutnya, Ibu Lifthya Ahadiati Akmala membahas strategi menyusun esai dan menghadapi wawancara beasiswa. Ia menekankan bahwa pemberi beasiswa tidak hanya melihat prestasi akademik, tetapi juga tujuan studi, karakter, serta rencana kontribusi yang akan diberikan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Jujur itu bagus, tapi kemas kejujuran itu dengan baik,” ungkap Ibu Lifthya.

Selain itu, Ibu Lifthya mengingatkan peserta untuk menyusun esai yang autentik dan selaras dengan visi lembaga pemberi beasiswa, serta menjaga konsistensi cerita saat proses wawancara. Ia juga membagikan pengalamannya pernah gagal pada seleksi LPDP batch pertama sebagai motivasi agar peserta tidak mudah menyerah dalam meraih beasiswa.

“Saya gagal di LPDP batch 1, nangis iya, menyerah tidak,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Kelas Karier #4 ini, DPKA UII berharap mahasiswa dan alumni semakin siap mempersiapkan diri untuk meraih peluang beasiswa global melalui strategi yang tepat, mulai dari membangun personal branding, menyusun esai yang kuat, hingga menghadapi proses wawancara dengan percaya diri.

Penulis: Galoh Sanita

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *