Bekal Perjalanan Lulusan: Adaptif, Amanah, dan Kuat dalam Silaturahim

Oleh : Rizky Wijaya (Head of Legal Corporate Banking PT. Bank Mandiri)

Saat ini saya berkarir di salah satu Bank BUMN terbesar di Indonesia, saya ingin menyampaikan tiga pesan singkat untuk “bekal perjalanan”.

​1. Jihad di Dunia Kerja: Adaptif dan Amanah

​Pertama, bagi para wisudawan-wisudawati yang akan melanjutkan untuk memulai karir atau pekerjaan, mencari nafkah, ingatlah bahwa mencari nafkah yang halal adalah bagian dari jihad. Dunia kerja saat ini berubah dengan sangat rapid, perkembangan teknologi yang massive termasuk salah satunya Artificial Intelligence (AI), situasi geo-politik yang tidak menentu, kalian harus memiliki sifat adaptif, tetap tabayyun, tidak boleh anti terhadap suatu perubahan. Sangat penting untuk kita konsisten melakukan continues improvement agar kita tetap bisa survive dalam menghadapi kondisi tersebut.

​Integritas (Amanah): Di lingkungan pekerjaan nanti berbagai challenge akan kalian hadapi, kalian akan melihat orang dengan berbagai macam background, berbagai macam tingkat ilmu, kepandaian, pengalaman dan punya cara masing-masing untuk menggapai kesuksesan dan prestasi kerja. Dan, ingatlah di saat itu kita juga diuji untuk tetap memegang teguh integritas dan kejujuran. Skill dan kompetensi kalian mungkin membuat kalian diterima kerja, tapi integritaslah yang akan membuat kalian bertahan dan menghasilkan rejeki yang barokah. Jangan sampai ijazah sarjana kita luntur, almamater kita tercoreng dan keluarga kita malu hanya karena kita tidak bisa menjaga integritas.

2. Melanjutkan Pasca Sarjana: Menuntut Ilmu dengan Tetap Ingat Tujuan

​Kedua, bagi wisudawan-wisudawati yang memilih melanjutkan pendidikan S2, masya Allah, semangat kalian menuntut ilmunya luar biasa. Dalam Islam, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan (‘ilmun nafi’). Sembari menuntut ilmu, perlulah kalian tetap melihat perkembangan industri dimana yang relevan dengan ilmu yang anda dalami dan pelajari, serta melihat Best Practice yang ada agar terjembatani gap antara teori akademis dan praktik lapangan,. Menghafalkan dan memahami teori setinggi langit tentunya tidak akan ada gunanya bila kita tidak bisa mengaplikasikannya.

​3. Silaturahim melalui Ikatan Alumni UII

​Pesan saya yang ketiga yang tidak kalah penting, ​The Power of Silaturahim: Dalam Islam, silaturahim itu meluaskan rezeki dan memperpanjang umur. Pada kesempatan ini, saya mengajak wisudawan-wisudawati bergabung dengan Ikatan Alumni / IKA UII.

​Ikatan alumni adalah wadah untuk ta’awun (tolong-menolong), yang sudah sukses membantu yang baru lulus, yang punya ilmu dapat berbagi pengalaman. Kita masuk ke kampus ini bersama-sama, maka pastikan setelah lulus dari kampus ini, kita tetap stay connected untuk saling menguatkan dalam kebaikan. Hebatnya circle IKA UII ini kita bisa saling membantu tanpa mengurangi sisi professionalisme kita dan tanpa adanya conflict of interest, karena ini juga merupakan bagian yang menjadi prinsip UII yang tidak terlepas dari aspek integritas yang saya sampaikan sebelumnya.

​Sebagai penutup, Marilah bersama-sama kita wujudkan insan lulusan UII yang baik, yang berakhlak, yang memiliki values dan impactful bagi lingkungan sekitar kita. Ijazah di tangan kalian hanyalah selembar kertas. Tapi ilmu yang bermanfaat dan akhlakul karimah di dalam dada dan pikiran kalian akan menjadi cahaya yang tidak akan pernah padam.

​*diringkas dan diambil dari naskah sambutan alumni, saat pelaksanaan wisuda UII, Minggu, 25 April 2026*

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *