TEDxUII 3.0 Dorong Generasi Muda Wujudkan Gagasan Masa Depan

Yogyakarta — TEDxUII 3.0 kembali diselenggarakan sebagai forum pertukaran gagasan lintas disiplin yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan generasi muda dalam satu panggung inspiratif. Kegiatan ini berlangsung pada 18 April 2026 di Teatrikal Lantai 2, Gedung Kuliah Umum Sardjito, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, dengan mengusung tema “Current Project: Let’s Go to the Future”. Tema tersebut menekankan urgensi mengakselerasi ide menjadi aksi nyata dalam menjawab tantangan masa depan.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan, Wiryono Raharjo, Ir., M.Arch., Ph.D., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan ketahanan pangan, literasi, dan energi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Ia menyoroti bahwa kompleksitas tantangan global menuntut kolaborasi lintas sektor serta keberanian untuk menghadirkan solusi berbasis pengetahuan. Dalam konteks tersebut, TEDxUII dinilai bukan sekadar forum inspirasi, tetapi juga wadah strategis untuk mengembangkan ide yang memiliki potensi implementasi nyata. Sesi utama menghadirkan enam pembicara dengan latar belakang yang beragam. Isyraf Madjid menyoroti fenomena aging farmer sebagai isu krusial dalam ketahanan pangan nasional. Ia menekankan bahwa minimnya regenerasi petani dapat berdampak pada keberlanjutan sektor pertanian, sehingga diperlukan pendekatan inovatif yang mampu menarik keterlibatan generasi muda.

Dari perspektif teknologi, R. M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Eng., selaku dosen tetap Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, menggarisbawahi pentingnya integrasi teknologi dengan kebutuhan industri. Ia menekankan bahwa inovasi tidak cukup berhenti pada tataran konseptual, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Selanjutnya, Eko Siswoyo, S.T., M.Sc., Ph.D., Guru Besar Bidang Rekayasa Pengolahan Air dan Limbah Universitas Islam Indonesia, mengangkat isu pengelolaan air dan limbah sebagai tantangan strategis dalam pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa rekayasa lingkungan memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian sumber daya.

Kontribusi generasi muda turut diwakili oleh M. Zaki Tasnim M. sebagai Youth Advocate dan Student Speaker yang mendorong keberanian pemuda dalam mengambil peran sebagai agen perubahan. Ia menekankan bahwa konsistensi dan keberanian untuk memulai menjadi kunci dalam menciptakan dampak nyata. Selain itu, kehadiran Sadam Permana dan Galih Sulistyaningra menjadi sorotan tersendiri dalam gelaran TEDxUII 3.0. Galih Sulistyaningra dikenal sebagai edupreneur dan learning innovator yang aktif mengembangkan inovasi pembelajaran, sehingga perspektifnya memperkaya diskusi mengenai masa depan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Sementara itu, Sadam Permana turut menghadirkan gagasan inspiratif yang relevan dengan dinamika generasi muda dan implementasi ide di dunia nyata. Kehadiran keduanya menunjukkan bahwa forum ini tidak hanya diisi oleh akademisi, tetapi juga figur yang memiliki pengaruh dan rekam jejak kuat dalam praktik inovasi.

Rangkaian sesi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Diskusi yang berkembang tidak hanya berfokus pada gagasan konseptual, tetapi juga mengarah pada langkah konkret dalam menghadapi tantangan karier, inovasi, dan kontribusi sosial. Hal ini menegaskan bahwa TEDxUII berperan sebagai katalis yang menjembatani ide dengan aksi.

Secara keseluruhan, TEDxUII 3.0 menegaskan posisinya sebagai wadah strategis dalam merawat dan mengembangkan ide. Di tengah kompleksitas isu global, forum ini mendorong lahirnya pemikiran yang tidak hanya relevan secara konseptual, tetapi juga berdampak secara nyata bagi masyarakat.

Penulis: Rangga Pamungkas Putradharma

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *