The Modern HR Generalist Mindset: DPKA UII Bekali Mahasiswa Hadapi Transformasi Dunia Kerja
Yogyakarta – Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan Kelas Karier #3 pada Jum’at, 3 Juli 2026, sebagai upaya membekali mahasiswa dan alumni menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Mengusung tema “The Modern HR Generalist Mindset for Smarter Teams”, seminar ini menghadirkan dua narasumber dari PT Micro Madani Institute (MMI), yaitu Mariatin Sri Widowati, S.E., M.M., selaku Direktur Utama, dan Fajrul Falah Wangsaguna, S.Psi., M.M., CHRP., selaku Kepala Bagian Human Capital Development. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teatrikal Timur Lantai 2, Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito UII ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi dengan antusias.
Pada sesi pertama, Mariatin mengajak peserta memahami perubahan peran Human Resources (HR) di tengah transformasi bisnis dan teknologi. Menurutnya, HR modern tidak lagi dipandang sebagai fungsi administratif, tetapi telah berkembang menjadi mitra strategis organisasi yang berperan memastikan perusahaan memiliki talenta yang tepat untuk mendukung pencapaian tujuan bisnis.
Ia menjelaskan bahwa latar belakang seorang praktisi HR kini semakin beragam. Jika dahulu profesi HR banyak diisi oleh lulusan hukum karena berfokus pada regulasi ketenagakerjaan, saat ini banyak perusahaan juga mempercayakan peran tersebut kepada lulusan psikologi maupun keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada istilah “salah jurusan” untuk berkarier di bidang HR selama seseorang memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi yang relevan.
Mariatin juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang mengubah cara perusahaan mengelola sumber daya manusia. Berbagai proses administratif kini mulai dibantu oleh sistem digital hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Namun, menurutnya, teknologi tidak menghilangkan pentingnya peran manusia dalam organisasi.
“People drive business. Bisnis dapat berkembang karena digerakkan oleh orang-orang yang tepat. Oleh karena itu, HR harus mampu memastikan organisasi memiliki talenta yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan,” jelas Mariatin.
Memasuki sesi kedua, Fajrul Falah membahas peran HR setelah proses rekrutmen selesai. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan HR tidak berhenti ketika seorang kandidat diterima bekerja, melainkan berlanjut pada proses membangun hubungan kerja yang sehat, mengembangkan kompetensi karyawan, hingga menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar HR adalah menjadi penghubung antara kepentingan manajemen dan kebutuhan karyawan. Oleh karena itu, HR harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang saling menghargai, mendukung kesejahteraan, serta mendorong setiap individu berkembang sesuai potensinya.
“Tidak ada orang yang benar-benar buruk. Sering kali seseorang hanya belum berada di tempat yang tepat. Tugas HR adalah menemukan orang yang tepat, lalu menempatkannya pada posisi yang tepat agar dapat memberikan kontribusi terbaik,” ungkap Fajrul.
Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya mengubah proses rekrutmen, tetapi juga membuka peluang baru dalam bidang People Development. Saat ini perusahaan mulai memanfaatkan Learning Management System (LMS) untuk mendukung pembelajaran karyawan secara berkelanjutan. Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan kebutuhan akan talenta yang mampu merancang pengalaman belajar, menyusun materi pelatihan, hingga mengembangkan kompetensi karyawan melalui pendekatan digital.
Seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan diajukan peserta, mulai dari strategi membangun karier di bidang Human Resources, proses pengambilan keputusan dalam rekrutmen, hingga kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai tantangan sekaligus peluang berkarier di bidang Human Resources pada era transformasi digital.
Melalui penyelenggaraan Kelas Karier #3, DPKA UII berharap mahasiswa dan alumni tidak hanya memahami peran strategis Human Resources dalam organisasi, tetapi juga terdorong untuk terus mengembangkan kompetensi, membangun pola pikir adaptif, serta mempersiapkan diri menjadi talenta yang mampu memberikan nilai tambah bagi organisasi di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Penulis: Novi Indriyani





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!